Penyebab Siswa Tidak Naik Kelas

Sebagai siswa sekolah, sudah pasti kita tidak ingin tinggal kelas. Kita selalu mengupayakan agar mendapatkan nilai yang baik, bahkan seringkali menjadi rajin belajar agar mendapat peringkat terbaik.

Dengan mendapat peringkat terbaik, banyak orang yang akan bangga dengan kita, terutama orangtua. Mereka pasti akan senang ketika mendapatkan kabar bahwa anaknya mendapat ranking yang bagus, bahkan menjadi ranking pertama.

Berbeda cerita ketika kita tinggal kelas, maka suasana hati akan menjadi kacau. Orangtua mungkin saja akan merasa kecewa karena anak kesayangannya harus mengulangi kegiatan pembelajaran di kelas yang sama dalam satu tahun kedepan.

Kerugian ketika tinggal kelas bukan hanya rasa malu saja. Biaya yang dikeluarkan tentu akan menjadi salah satu kerugian karena apa yang dibayar belum benar-benar masuk ke dalam otak kita.

Jadi, bagi Anda yang belum pernah tinggal kelas, jangan pernah sekalipun merasakannya. Dan bagi yang pernah tinggal kelas, ayo semangat, pengulangan kegiatan belajar selama satu tahun tentu akan membuatmu lebih pintar.

Kenapa Siswa Tinggal Kelas?

Penyebab Siswa Tidak Naik Kelas

Ada banyak sekali penilaian yang diberikan oleh guru untuk menentukan apakah siswa bisa naik kelas ataupun harus tinggal kelas. Nah, kita sebagai siswa paling tidak mengetahui beberapa hal yang penting ataupun hal yang sekiranya menjadi penilaian utama dalam penentuan kenaikan kelas.

Nah, berikut ini adalah beberapa penyebab siswa tidak naik kelas:

1. Sering Tidak Masuk

Sebenarnya, tidak masuk sekolah itu adalah hal yang sangat wajar. Tapi jangan langsung bilang “berarti tidak masuk sekolah tidak apa-apa dong?” Iya, tidak apa-apa, dengan catatan harus ada alasan yang jelas disertai surat izin tidak masuk sekolah.

Setiap sekolah pasti menetapkan nilai presentase kehadiran untuk dimasukkan dalam penilaian kenaikan kelas. Siswa yang sering tidak masuk biasanya akan mendapatkan bimbingan konseling oleh guru yang bersangkutan.

Bagi siswa SMK, kegiatan belajar tidak hanya dilakukan di sekolah saja. Ada kegiatan PKL yang dilaksanakan di perusahaan ataupun tempat usaha. Walaupun diluar sekolah, tapi ketika kita tidak masuk tetap akan ada catatan absensinya.

Bahkan, konsekuensinya lebih berat karena akan tertinggal praktik juga. Akhirnya, beberapa tugas seperti laporan PKL jadi keteteran. Menjadi perhatian penting juga bahwasannya kegiatan prakerin juga salah satu syarat siswa SMK naik kelas.

Jadi, jangan sampai tidak masuk kelas hanya karena hal yang sepele seperti malas. Malas itu pasti ada dalam diri setiap orang, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya, mau melawannya atau mau membiarkannya.

2. Nilai di Bawah KKM

Setiap mata pelajaran, biasanya memiliki KKM yang berbeda-beda. KKM adalah kependekan dari Kriteria Ketuntasan Minimal, yaitu nilai minimal dari sebuah mata pelajaran.

Semua siswa diharapkan bisa mendapatkan nilai di atas KKM karena sudah bisa dikatakan masuk zona aman. Namun, kalau nilainya masih ada yang di bawah KKM, biasanya akan diikutsertakan dalam remidi.

Nah, ketika kita tahu kalau nilanya di bawah KKM, maka kita harus sungguh-sungguh ketika mengikuti remidial. Jangan sampai nilainya masih di bawah KKM karena soal remidial biasanya sama dengan soal saat ujian atau tes.

Terkait nilai, yang paling penting adalah dapatkan nilai di atas KKM. Jikapun mendapatkan nilai di bawah KKM, ikuti remidi dengan baik dan pastikan mendapat nilai yang bagus. Oh ya, nilai saat remidi tidak akan diinput sama persis ya, akan ada perhitungan sendiri.

3. Kurang Sopan

Di sekolah, sopan santun harus selalu dijaga, terlebih pada guru ataupun petugas sekolah. Kita harus selalu hormat pada guru, jangan sekali-kali bersikap yang nyeleneh di depan guru.

Pembekalan sopan santun biasanya akan dibahas juga pada pelajaran Aqidah dan Akhlak. Jadi kita lebih tahu bagaimana sikap kita dengan orang yang lebih tua maupun yang seumuran.

Jadi, tetaplah bersikap sopan kepada siapapun saat di sekolah, karena ini juga akan menjadi salah satu penilaian tersendiri untuk menentukan apakah kita layak naik kelas atau harus tinggal kelas.

Nah, itulah beberapa penyebab siswa tidak baik kelas yang harus diketahui.

Ayo, lakukan yang terbaik untuk mendapatkan nilai dan peringkat yang bagus di sekolah. Buat orang-orang di sekitar kita menjadi bangga, terutama orangtua.

Add Comment