Penjelasan Iman Kepada Qada Dan Qadar

assalamu’alaikum wr.wb.

Bismillahirrahmanirrahim, Sahabat, rukun iman yang terakhir adalah iman kepada qada dan qadar. Sebelum memahami makna iman kepada qada dan qadar, perlu kita ketahui terlebih dahulu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan qadha’ dan qadar. Apakah kedua istilah ini memiliki makna sama ataukah berbeda.

Qadha’ merupakan bahasa arab yang berarti ketentuan. Sementara dalam pengertian ilmu tauhid berarti ketentuan Allah swt atas apa segala sesuatu yang telah ditetapkan Allah di Lauh Mahfudz. Sementara makna qadar yaitu  secara bahasa adalah ukuran. Dari makna kata itu dalam istilah ilmu tauhid adalah ukuran atau takdir Allah yang telah ditetapkan terhadap semua makhluk didunia.

 

Baca juga contoh qada dan qadar di situs nyamankubro.com

 

Dari penjelasan diatas dapat difahami secara umum, bahwa makna kata qadha’ dan qadar adalah sama-sama ketentuan maupun takdir Allah hanya saja kalau dilihat dari konsep syari’ah maka ada sedikit perbedaan diantara keduanya. Dimana qada merupakan ketentuan Allah yang berada di Lauh Mahfudz semetara qadar merupakan takdir Allah yang ada di dunia.

Jika kita telah memahami makna kedua istilah tersebut, lantas apa yang dimaksud dengan iman kepada qadha dan qadar Allah? Makna iman kepada qadha’ dan qadar Allah adalah mengimani bahwa takdir maupun ketentuan Allah swt untuk makhluknya merupakan sesuatu yang berada di bawah kehendak Allah swt untuk makhluk sesuai dengan ilmu-Nya juga menurut hikmah kebijaksanaannya.

Ruang Lingkup Iman Kepada Qada dan Qadar

Keimanan seorang mukmin kepada qada dan qadar  Allah hendaknya meliputi empat aspek :

  • ‘ilmu(pengetahuan Allah) : hendaklah keimanan seseorang terhadap qadha dan qadar Allah swt meyakini bahwa Allah maha tahu atas segala sesuatu . dia yakin bahwa Allah maha mengetahui apa yang telah terjadi dan mengetahui apa yang akan terjadi.
  • Kitabah (catatan Allah) : keimanan seseorang terhadap qadha’ dan qadar Allah swt hendaknya meliputi keyakinan bahwa Allah swt telah mencatat di Luh Mahfudz segala yang telah dan akan terjadi sampai akhir kiamat nanti.
  • Masyi’ah (kehendak Allah) : hendaklah keimanan seseorang terhadap qadha dan qadar Allah swt meyakini bahwa Allah swt telah menghendaki segala sesuatu yang ada di langit dan dibumi , tiada sesuatu pun yang terjadi tanpa kehendak-Nya. Apa yang dikehendaki Allah , itulah yang terjadi dan apa yang tidak dikehendaki Allah tidak akan terjadi.
  • Khalq (Ciptaan Allah) : keimanan seseorang terhadap qadha dan qadar Allah swt hendaklah meliputi pencipta segala sesuatu.

Hikmah Beriman Kepada Qada dan Qadar

Keyakinan kepada Qada dan qadar Allah swt di samping merupakan Implementasi keimanan kepada Allah juga mendorong manusia menuju kesempurnaan insani. Selain itu, banyak juga hikmah yang bisa diambil dari keimanan seseorang kepada qadha’ dan qadar :

1.Tidak akan merasa takut dan putus asa

Kaum mukmin yang meyakini bahwa setiap kejadian tidak bisa lepas dari kehendak Allah swt yang bijak, dan semua kejadian itu bersumber dari takdir ilahi, tidak akan merasa takut peristiwa yang menyakitkan. Ia tidak akan pernah berputus asa. Ketika ia merasa yakin bahwa setiap kejadian adalah bagian dari tatanan ilahi yang bijak. Dia pun tahu bahwa pasti akan terwujud suatu kemaslahatan dan kebijaksanaan. Oleh karena itulah ia akan menerimanya dengan lapang dada.

2.  Tidak akan merasa sombong dan takabur.

3. Menjadi pribadi yang optimis dan dinamis serta produktif

Orang yang beriman kepada qadha’ dan qadar berarti juga mempercayai adanya kasb ataupun ikhtiyar yang diberikan Allah kepada manusia. Oleh karena itulah, dia akan berusaha untuk melakukan hal yang terbaik bagi kehidupannya.

itulah penjelasan pada kesempatan kali ini  yang dapat saya sampaikan, apabila ada penjelasan yang kurang pahan silahkan bisa komentar di bawah ini. Wassalamu’alaikum wr.wb

Add Comment