Majas Simbolik

Dalam membuat sebuah karya sastra seperti cerpen atau puisi, seringkali para penulis menggunakan majas atau gaya bahasa. Ada banyak sekali majas yang digunakan oleh para penulis, salah satunya adalah majas simbolik yang akan kita bahas pada artikel kali ini. Apa sih yang dimaksud dengan majas simbolik itu? Mari simak ulasannya dibawah ini ! penjelasannya.

Pengertian Majas Simbolik

Majas simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol untuk menyatakan maksud tertentu.

Simbol yang digunakan pada majas ini biasanya sudah dikenal dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. Contohnya seperti simbol hewan, tumbuhan, benda, tokoh dan lain-lain.

Simbol-simbol tersebut digunakan untuk mewakili suatu hal yang ingin diungkapkan dan juga memiliki makna yang sama.

Majas ini termasuk jenis majas perbandingan, sama seperti majas asosiasi.

  1. Ciri-Ciri Majas Simbolik
  • Menggunakan simbol untuk menyampaikan maksud suatu hal tertentu yang memiliki makna sama.
  • Bersifat membandingkan dua hal yang berbeda namun memiliki arti yang sama.
  • Simbol yang digunakan sudah dikenal dan mudah dipahami oleh para pendengar maupun pembaca.

Fungsi

Majas simbolik memiliki beberapa fungsi diantaranya yaitu untuk :

  • Memperhalus suatu makna dari penyampaian yang sesungguhnya.
  • Memberikan efek menarik bagi para pendengar atau pembaca.
  • Menyampaikan suatu gagasan atau perasaan terhadap sesuatu.
  • Menyampaikan pesan secara implisit (tersirat)

Contoh Majas Simbolik

Agar kamu lebih paham mengenai majas simbolik, simak beberapa contoh dan penjelasannya dibawah ini :

1. Pada saat jam istirahat, Sindi menjadi buah bibir di kelasnya.

Makna : Buah bibir = topik pembicaraan

2. Rosa memiliki keturunan darah biru dari Ayahnya.

Makna : Darah biru = ningrat

3. Anton sekarang hidup sebatang kara semenjak ditinggal pergi kekasihnya.

Makna : Sebatang kara = Sendiri

4. Kakak setiap hari banting tulang untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Makna : Banting tulang = bekerja keras

5. Tahun ini di kota Jogja banyak pengusaha yang gulung tikar.

Makna : Gulung tikar = Bangkrut

6. Dinda dijuluki kembang desa oleh warga di lingkungannya.

Makna : Kembang desa = Gadis tercantik

7. Kita jangan sampai menjadi benalu bagi orang lain.

Makan : Benalu = Orang yang merugikan

8. Reno berkunjung ke rumah paman menggunakan kuda besi.

Makna : Kuda besi = Motor

9. Nana selalu menjadi kambing hitam ketika ada permasalahan.

Makna : Kambing hitam = Orang yang disalahkan

10. Lebih baik masalah ini dilanjutkan ke meja hijau.

Makna : Meja Hijau = Pengadilan

Contoh Majas Simbolik Lainnya 

  1. Bagus sudah menentukan bahwa Puspa akan menjadi tulang rusuknya. (pasangan)
  2. Dia seseorang yang pandai bersilat lidah. (memutar balikkan kata)
  3. Zahra diam seribu bahasa setelah dibentak oleh gurunya. (tidak bisa berkata sepatah kata pun)
  4. Jangan percaya, dia memiliki akal bulus demi kepentingannya sendiri. (tipu muslihat)
  5. Si jago merah telah membakar puluhan ruko di pasar itu. (api)
  6. Yuni dan Sasa berbicara empat mata di ruang kelas. (berdua saja)
  7. Jika nanti kamu sudah sukses, tetaplah menjadi seseorang yang rendah hati. (tidak sombong)
  8. Rian tidak jadi menikahi gadis itu karena dia mata duitan. (suka uang)
  9. Aku sudah tidak ingin mendengarkan semua omong kosongmu! (bualan)
  10. Dari dulu dia sudah tebal muka. (tidak mempunyai rasa malu)

Itulah ulasan mengenai majas simbolik. Baca juga ulasan majas lainnya di website bahassemua.com.

Add Comment