Jenis-jenis Kelinci Hias

Kelinci merupakan binatang lucu dan menggemaskan yang membuat banyak orang ingin memeliharanya. Pada mulanya hewan bertelinga panjang ini hidup liar di dataran Afrika dan Eropa.

Kemudian binatang ini dibawa melalui perdagangan ke Indonesia, oleh sebab itu orang Indonesia menyebutnya karena terpengaruh bahasa Belanda yaitu konijntje. Sehingga bisa dikatakan hewan ini mulai populer di Indonesia sejak masa kolonial.

Secara umum, kelinci dibagi menjadi kelinci liar dan kelinci peliharaan atau kelinci hias. Jenis kelinci liar akan cenderung lebih bebas, lincah, dan gesit.

Sementara itu kelinci hias akan cenderung lebih tenang dan jinak. Untuk itu, bagi anda yang berencana untuk memelihara binatang lucu dan menggemaskan ini, berikut ragam jenis kelinci yang cocok dipelihara.

Terlebih karena keunikan dan paduan warna bulunya yang memberikan kesan bersih binatang pemakan wortel ini.

1. Kelinci Anggora

Anggora adalah jenis kelinci yang berasal dari Ankara, Turki. Bulunya lebat dan lembut serta memenuhi seluruh tubuhnya.

Kelinci Anggora pertama kali ditemukan oleh pelaut Inggris, lalu kemudian dibawa ke Prancis pada tahun 1723.

Bulu dari kelinci Anggora memang mudah sekali tumbuh, sehingga harus sering disisir maupun dipotong agar terlihat rapi. Beberapa jenis dari kelinci Anggora di antaranya yaitu Anggora Perancis, Anggora Inggris, dan Anggora Giant.

Anggora Perancis cocok dipelihara bagi pemula karena perwatannya yang tidak terlalu intensif. Bobotnya sendiri dapat mencapai 3 – 5 kg. Bulunya lebat, namun pada bagian wajah dan telinganya tidak ditumbuhi bulu lebat.

Anggora Inggris memiliki ukurang yang paling kecil dibandingkan dengan jenis Anggora lainnya. Bobotnya hanya berkisar dari 2 – 3 kg saja. Anggora Inggris juga membutuhkan perawatan yang lebih intensif.

Anggora Giant merupakan hasil persilangan Anggora dengan Flemish Giant. Anggora ini sesuai dengan namanya, berukuran cukup besar. Bobotnya bahkan bisa mencapai hingga lebih dari 5 kg. Semakin besar tubuhnya semakin lebat pula bulunya.

2. Lion Head

Jenis kelinci Lion Head memiliki bentuk yang khas yakni bulu di sekitar kepalanya menyerupai rambut singa jantan. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan dibalik penamaannya.

Selain itu, keunikan ini juga menjadikan hewan ini terlihat lucu dan menggemaskan sehingga banyak yang menjadikannya hewan peliharaan.

Lion Head asalnya adalah jenis Anggora Inggris yang gagal disilangkan. Bahkan beberapa orang menyebutnya dengan julukan Anggora jadi-jadian. Meskipun begitu hewan ini tetap menjadi favorit bagi penyuka kelinci.

3. Dutch Rabbit

Kelinci Dutch Rabbit memiliki kombinasi warna putih dengan bercak hitam, cokelat, dan abu-abu. Warna-warna tersebut kadang membentuk sebuah pola yang membuat hewan ini terlihat menarik dan lucu.

Kombinasi warna ini mebuat Dutch Rabbit seperti hewan Panda dalam ukuran yang jauh lebih kecil. Jadi kelinci Dutch Rabbit sangat cocok bagi kalian yang bosan dengan warna putih kelinci. Selain itu bulunya juga tidak terlalu lebat, namun lebih pendek, rapi, dan kelihatan bersih.

4. English Spot

Keunikan dari English Spot tidak berbeda jauh dengan kelinci Dutch Rabbit, yaitu terletak pada warna dan pola bulunya yang unik. Berwarna dasar putih, pada bulunya terdapat corak berupa bintik hitam.

Selain hitam sebenarnya ada juga warna gelap lainnya seperti cokelat dan abu-abu. English Spot juga biasa dikenal dengan nama English Rabbit.

Sesuai dengan nama yang diberikan, kelinci ini memang berasal dari dataran Inggris dan telah dibudidayakan sejak lebih dari satu abad yang lalu.

5. Himalayan

Kelinci Himalayan lebih mirip dengan kelinci English Spot. Perbedaannya terletak pada jumlah corak hitam di tubuhnya yang lebih sedikit.

Pada kelinci Himalayan, bercak hitam biasanya hanya terdapat di bagian telinga, hidung, dan kaki saja. Selain itu mengawinkan kelinci Himalayan terbilang cukup susah.

Bahkan sekalinya berhasil, paling hanya mampu melahirkan anak sebanyak 2 – 6 ekor saja. Oleh sebab itu harga kelinci Himalayan terbilang lebih mahal dari harga kelinci biasa.

Add Comment